<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>THE RIGHT WAY</title>
	<atom:link href="http://msalahuddin.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://msalahuddin.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 01 Dec 2007 15:19:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='msalahuddin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>THE RIGHT WAY</title>
		<link>http://msalahuddin.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://msalahuddin.wordpress.com/osd.xml" title="THE RIGHT WAY" />
	<atom:link rel='hub' href='http://msalahuddin.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kembali ke Jalan yang Lurus</title>
		<link>http://msalahuddin.wordpress.com/2007/02/13/hello-world/</link>
		<comments>http://msalahuddin.wordpress.com/2007/02/13/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Feb 2007 04:33:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>msalahuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum Wr. Wb. Banjir yang melanda kota Jakarta telah banyak menimbulkan kerusakan infrastruktur dan kehilangan ekonomi. Hujan selama 5 hari telah menghanyutkan sekitar 70 % dari wilayah Jakarta. Siapa yang menyangka ibukota yang tersusun megah ini bisa mengalami kerugian besar akibat musibah akibat tetesan-tetesan air hujan yang turun dari langit? Dukungan baik materil dan doa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=msalahuddin.wordpress.com&amp;blog=775969&amp;post=1&amp;subd=msalahuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">Assalamualaikum Wr. Wb.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Banjir yang melanda </span><span style="font-size:11pt;">kota</span><span style="font-size:11pt;"> </span><span style="font-size:11pt;">Jakarta</span><span style="font-size:11pt;"> telah banyak menimbulkan kerusakan infrastruktur dan kehilangan ekonomi. Hujan selama 5 hari telah menghanyutkan sekitar 70 % dari wilayah </span><span style="font-size:11pt;">Jakarta</span><span style="font-size:11pt;">. Siapa yang menyangka ibukota yang tersusun megah ini bisa mengalami kerugian besar akibat musibah akibat tetesan-tetesan air hujan yang turun dari langit? Dukungan baik materil dan doa merupakan amal yang hanya kepada Allah-lah kita semua mengharapkan balasannya. Kepada semua teman yang memiliki rezki, ini adalah momen yang tepat untuk menunjukkan kepedulian kita terhadap sesama manusia.</span></p>
<p align="left"><span style="font-size:11pt;">Kita sudah terbiasa mendengar bencana di negeri ini. Diantaranya,<span>  </span>Aceh (Tsunami), Nias (Gempa), Bantul (Gempa), Sidoarjo (Lumpur Panas), Tamiang (Banjir), bahkan di luar negeri, kurang lebih 189.000 jamaah haji Indonesia terlantar ketika hendak melaksanakan Wukuf di Arafah. Sekarang, Jakartapun mengalami bencana yang tidak kalah hebatnya. Adakah kita mengambil pelajaran dari kejadian-kejadian ini?</span><span style="font-size:11pt;"></span></p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left"><span style="font-size:11pt;">Belum lagi kasus-kasus kesehatan seperti flu burung (No. 1 terparah di dunia) dan demam berdarah, <span> </span>Di tambah lagi dengan permasalahan pemerintah seperti korupsi, wakil rakyat yang tidak amanah, kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat, dsb. Kemudian persoalan sosial seperti perzinahan, perselingkuhan, judi, narkoba, pembunuhan, pencurian dsb, yang semuanya pasti mengandung suatu pesan yang sangat fundamental. Sedemikian banyaknya persoalan kita, sehingga setiap individu wajib melakukan <em>muhasabah</em> (introspeksi) yang serius pada dirinya masing-masing.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Sebagai makhluk yang ber-Tuhan kepada Yang Maha Esa, semua ini tentu terjadi atas kehendak-Nya. </span><span style="font-size:11pt;">Ada</span><span style="font-size:11pt;"> sebuah “peringatan” yang harus difikirkan agar menjadi pelajaran bagi setiap individu. Bila kita tidak mengacuhkan hal pelajaran ini, keadaan akan tetap, bahkan semakin parah di masa yang akan datang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Saya ingin mencoba memberikan penjelasan dari perspektif agama Islam. Allah Swt telah berfirman di dalam Al Quran </span><span style="font-size:11pt;">surat</span><span style="font-size:11pt;"> Ar Ra’ad ayat 11 sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;">“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. <strong>Sesungguhnya Allah tidak merubah sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.</strong>”</span></em><br />
<span style="font-size:11pt;">(QS. Ar Ra’ad 11)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Sebagai negara yang jumlah penganut agama Islamnya terbesar di dunia, persoalan ini sangat erat kaitannya dengan masalah <em>akidah</em> yang merupakan fondasi dari Dienul Islam. Sebuah tulisan di Republika pada hari Jum’at, 2 Februari 2007, oleh Dr. Hamid, <em>Director of Islamic Studies and Civilization</em>, menjelaskan tentang Peradaban Islam dan Barat, memberi inspirasi bagi saya untuk membuat tulisan ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Banyak diantara kita menyangka bahwa Barat merupakan sebuah simbol kebebasan (<em>freedom</em>). Sebenarnya, Barat merupakan sebuah peradaban yang memiliki pandangan mendunia (<em>world view</em>) sebagaimana Islam.<span>  </span>Seorang ahli yang meneliti tentang masalah peradaban dunia, Prof Fukuyama, mengatakan bahwa peradaban<span>  </span>Islam bertentangan dengan peradaban Barat. Bila sebuah peradaban terlalu banyak mengkonsumsi prinsip-prinsip peradaban lain, maka peradaban tersebut akan mati/hilang. Sebagai contoh, jika peradaban Islam terlalu banyak mengkonsumsi nilai-nilai, prinsip, konsep hidup Barat, maka secara perlahan-lahan, peradaban Islam akan hilang. Atau dapat dikatakan peradaban Islam terhegemonikan oleh peradaban Barat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Pandangan dunia (world view) dari Islam adalah menjadi <em>Rahmatan lil A’lamin</em> (rahmat bagi seluruh alam semesta). Sedangkan individual view-nya adalah menjadi <em>manusia yang bertakwa kepada Allah</em>. Mari kita mengambil sebuah contoh agar dapat memahami hal ini, yaitu <em>konsep waktu</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;">Menurut Pandangan Barat </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;">Time is money</span></em><span style="font-size:11pt;">. Waktu adalah uang. Konsep ini membuat orang memanage waktu dalam hidupnya untuk mencari uang/materi. Semua fikiran dan tenaga dicurahkan untuk mendapatkan materi. Menyebabkan timbulnya ideologi <em>kapitalisme</em>. Benda apapun, harus dapat ditransfer menjadi uang. Bahkan wanita sekalipun menjadi objek untuk memperoleh materi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Pemikiran Barat diatas mempengaruhi setiap tindakan dalam kehidupan. Orang tidak lagi memperdulikan asalnya, apakah halal atau haram, yang penting mendapatkan uang yang sebanyak-banyaknya. Maka bersemilah budaya korupsi, sogok-menyogok dsb. Pandangan orangpun berubah. Yang menjadi tauladan (idola) adalah mereka yang mempunyai uang paling banyak. Bill Gates merupakan simbol keberhasilan pemikiran ini. </span><span style="font-size:11pt;">Para</span><span style="font-size:11pt;"> artis, bintang film terkenal, pemain sepakbola terkenal, penyanyi terkenal bahkan dai terkenal dan kaya menjadi idola. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Konsep ini menjerumuskan orang kepada pemikiran bahwa rezeki yang diperolehnya merupakan hasil dari jerih payahnya semata, sehingga menumbuhkan sifat individualisme dan bakhil (cinta yang berlebihan terhadap harta). Dalam pemanfaat hartanya, dia akan cenderung berfoya-foya dan bermegah-megahan, untuk menunjukkan status-nya di masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Mereka yang menganut konsep ini, baik disadari atau tidak, telah menjadi budak uang/harta, dan menjadikan hawa nafsu sebagai Tuhannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;">Menurut Pandangan Islam</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Konsep waktu dalam Islam  dijelaskan didalam </span><span style="font-size:11pt;">surat</span><span style="font-size:11pt;"> Al Ashr ayat 1 – 3.</span><br />
<em><span style="font-size:11pt;">“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu berada di dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh. Nasehat-menasehati dalam menaati kebenaran. Nasehat menasehati dalam kesabaran.”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Konsep ini menuntut umat Islam untuk memperhatikan dengan sungguh-sungguh 4 hal dalam mengisi waktu di dalam<span>  </span>hidupnya :</span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">Senantiasa beriman      kepada Allah dan terus meningkatkan keimanannya.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">Melakukan amal-amal      sholeh, baik yang berhubungan vertikal kepada Allah, maupun hubungan      muamalah kepada sesama manusia.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">Saling      nasehat-menasehati dalam hal kebenaran</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">Saling      nasehat-menasehati dalam hal kesabaran.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Konsep hidup ini seiring dengan maksud Allah menciptakan manusia :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;">&#8220;Dan tidak Kuciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku <u>(Allah).</u>&#8220;</span></em><br />
<span style="font-size:11pt;">(QS. Adz Dzariat :56) </span><span style="font-size:11pt;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Tujuan yang hendak dicapai dari ciptaan-Nya yang bernama “manusia”, yaitu <em>menjadi orang yang bertakwa</em>. Sebagai contoh dalam dalam hal puasa, Allah berfirman :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">“<em>Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu untuk berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas umat-umat sebelum kamu, <strong>mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertakwa</strong></em>.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Pemikiran ini mengarahkan orang memanfaatkan waktunya selama hidup untuk melakukan amal-amal kebaikan, menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.. Sebagai contoh, wanita diperintah untuk menutup auratnya semata agar kehormatannya terjaga dan keelokan tubuhnya tidak dapat dinilai dengan uang/materi. Minuman keras dilarang karena dapat menghilangkan kesadaran dan merusak akal, sedangkankan Islam sangat menghargai kejernihan akal dalam berfikir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Orang-orang yang menjadi tauladan hidupnya adalah <em>pembawa risalah Islam</em>, yaitu Nabi Muhammad Saw, para Siddiqqin, Shuhada, dan orang-orang sholeh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Tuhan-Nya adalah Allah dengan kesaksiannya :<br />
“<em>Laa illa ha illallah, Muhammadar Rasulullah</em>” (Tidak ada Tuhan selaian Allah, dan Muhammad adalah Utusan Allah.)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Kembali ke masalah bencana yang menimpa suatu negeri, di dalam Al Quran </span><span style="font-size:11pt;">surat</span><span style="font-size:11pt;"> Al A’raf ayat 96 :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;"><span> </span>“<em>Kalau sekiranya penduduk negeri itu beriman dan bertaqwa, niscaya Kami bukakan kepada mereka berkah-berkah dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), oleh sebab itu Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya itu</em>.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Bila kita memahami ayat diatas, maka dapat disimpulkan bahwa permasalahan fundamental yang kita hadapi adalah masalah <em>keimanan</em>. Melihat kondisi masyarakat kita saat ini, yang semakin materialis dan meninggalkan ajaran agamanya, maka disadari atau tidak, kita terjebak kepada perbuatan “<strong>syirik</strong>” atau menyekutukan Allah. Di satu sisi kita bersaksi bahwa “<em>Tidak ada Tuhan selain Allah”</em>, namun, dalam keseharian, kita menuhankan Hawa Nafsu kita, mengabaikan perintah dan melanggar larangan-larangan-Nya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Allah Swt telah memperingatkan hal ini di dalam </span><span style="font-size:11pt;">surat</span><span style="font-size:11pt;"> Al Jaatsiyah ayat 23 :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;">“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya.” </span></em><span style="font-size:11pt;">  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Kita memang tidak menjadikan <em>Latta, Uzza dan Manna</em> sebagai sembahan, sebagaimana masyarakat jahiliyah dahulu, akan tetapi tanpa kita sadari, pola fikir kita telah menjerumuskan kita pada tindakan-tindakan <em>syirik</em>. Seorang yang sangat bijak dan di-abadikan namanya di dalam Al Quran bernama Lukman al Hakim, telah memperingatkan anaknya agar waspada terhadap hal ini :<br />
“….<em>Hai anakku, jangan kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar</em>.”<br />
(QS. Lukman ayat 13)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Maka, jika kita tidak merubah pola fikir, tindakan, dan memperbaiki iman kita, <span> </span>azab Allah tidak akan berhenti menimpa negeri ini. Sesungguhnya bukanlah banjir, kemiskinan, kelaparan, gempa bumi atau bencana lain yang perlu ditakuti, namun yang harus ditakuti adalah turunnya Azab Allah akibat <strong>kelalaian</strong> kita dalam memahami petunjuk-Nya, menjalankan perintah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Bila ajal menimpa kita dalam keadaan seperti ini (lalai), tertutuplah pintu-pintu<span>  </span>taubat, dan penyesalanpun tidak berguna lagi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;">Kembali ke jalan yang lurus (benar)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Bencana-bencana yang menimpa bangsa kita adalah cobaan dari Allah agar kita kembali kepada jalan yang benar, sebagaimana Firman Allah di dalam </span><span style="font-size:11pt;">surat</span><span style="font-size:11pt;"> Ar Rum ayat 41<span>  </span>:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;">“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).</span></em><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Untuk mengingatkan kembali, di dalam sholat kita bermohon 17 kali sehari agar Allah memberi kita petunjuk kepada jalan yang lurus. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">“<em>Tunjukkanlah kami ke <strong>jalan yang lurus</strong>. Yaitu, jalan orang-orang yang Engkau beri rahmat dan beri nikmat kepadanya, bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai, dan bukan jalan orang-orang yang sesat</em>.”<br />
(Al Fatihah ayat 5-6)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Ini adalah <strong>inti dari doa setiap individu yang beragama Islam. </strong>Sebuah harapan yang hanya dapat diraih dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh. Tidakkah kalian merindukan pertemuan dengan orang-orang yang paling mulia, sejak awal diciptakannya bumi hingga hari akhir nanti?? Merekalah orang-orang yang mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat secara hakiki, dan senantiasa berada dalam perlindungan-Nya.<span>  </span></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;"><span> </span>&#8220;<em>Dan barangsiapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu, para Nabi-nabi, Siddiqiin (orang yang sikap, ucapan dan tindakan selalu benar), Shuhada (orang yang mati syahid), dan orang-orang sholeh. Dan mereka itulah <span> </span>teman yang sebaik-baiknya</em>.”</span><span style="font-size:11pt;"><br />
(An Nisa ayat 69)  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Kemudian, mereka yakin bahwa kebenaran datang dari Tuhannya ;<br />
“<em>Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, oleh sebab itu, jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.” </em>(QS. An Nisa ayat 147) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Dan mereka yakin bahwa kitab Suci yang dibawakan oleh Rasul-Nya, adalah pedoman hidup yang memberikan petunjuk agar menjalani hidup dengan benar.<br />
“<em>Kitab (Al Qur’an) tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka <span> </span>yang bertakwa</em>”<br />
(QS. Al Baqarah ayat 2) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Semoga bermanfaat, dan menjadi bahan interospeksi bagi kita semua. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Wassalamualaikum Wr. Wb.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Salahuddin H.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/msalahuddin.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/msalahuddin.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/msalahuddin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/msalahuddin.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/msalahuddin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/msalahuddin.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/msalahuddin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/msalahuddin.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/msalahuddin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/msalahuddin.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/msalahuddin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/msalahuddin.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/msalahuddin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/msalahuddin.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/msalahuddin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/msalahuddin.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=msalahuddin.wordpress.com&amp;blog=775969&amp;post=1&amp;subd=msalahuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://msalahuddin.wordpress.com/2007/02/13/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/06943f618a7d9c82afe22c7f94649d94?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">MSH</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
